Sabtu, 24 Oktober 2015

Diamku mencintaimu


kau adalah alasan kekagumanku
mawar yang kembangnya tak pernah layu
mengikut sertakan duri didalam hatiku

kau bermanjakan indahnya mentari
menyilaukan segala penglihatan hati
menyesakkan dadaku tanpa henti

wahai ciptaan tuhan
begitu kuat aku menahan pandangan
berbalut gelapnya hati yang sedikit iman

apakah diamku salah mengagumimu
mengalahkan segala logika khayalanku
segala rasa keinginanku

kau adalah jarak dan waktu
memilikimu adalah imajinasi dalam pikiranku
apalah daya dalam diamku

dalam setiap pandanganku adalah dosaku
ciptaan tuhan yang begitu berat dalam pikiranku
yang tak terbendung dalam keinginanku

kau adalah bom waktu
memikirkanmu adalah salahku
penyakit dalam sanubariku

biarkan ini diam
didalam hati biarkan ia tenggelam
biarkan perasaan itu tenggelam dalam diam

karna aku tahu
tuhanku lebih mengetahui kehidupanku
rasaku
cintaku
hatiku
gelisahku
maluku
takutku
dan segalanya tentang aku

maka aku akan bahagia dengan kebahagiaan
bukan karna mendapatimu
bahagiaku karna mengalahkan nafsuku

perjuanganku adalah rasa
perjalanan untuk dunia setelah dunia
kutundukkan pandangan mata

hatiku tidak bersalah dalam cinta
karna pesona dunia amatlah berbahaya
seringku terjatuh dalam imajinasi dunia

wahai pesona yang menancapkan duri
kembang mawar yang tumbuh dalam hati
biarkan aku menjauh dan pergi

wahai pesona ujian dan cobaan dari tuhanku
tak bosankah kau tersenyum malu
atau tertawa dan berlagu

wahai diri yang lemah
yang terbang melayang dalam gelisah
sedang khayalmu tanpa kisah

jika kecintaanku mengalah tujuan akhirku
maka tetaplah disitu
kau takkan dekat dan meragu

dan biarkan perlahan tenggelam
tenggelam dalam gelapnya malam
hingga shubuh meyapa alam

teruntuk pujaan hati
yang takkan termiliki
sekalipun untuk didalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar