Nabi Muhammad mempunyai keistimewaan dan kesempurnaan fisik serta kesempurnaan akhlak dan budi pekertinya yang sulit untuk digambarkan. Sebagai pengaruhnyanya adalah hati manusia penuh dengan hormat kepadanya, para sahabatnya mati-matian untuk mengerumuninya dan mengagungkannya, dunia tidak mengenal orang sesempurna beliau.
Berikut ini secara ringkas akan saya bawakan riwayat-riwayat yang menjelaskan keindahan dan kesempurnaan beliau yang saya kutip dari buku "Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung MUHAMMAD SAW Dari Kelahiran Hingga Detik-Detik Terakhir". Penulis Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, yang diterjemahkan oleh Hanif yahya, Lc. et al
Jabir bin Samurah berkata, "Mulut beliau lebar, kelopak matanya panjang, dan kedua tungkainya tidak banyak dagingnya."
Abu ath-Thufail berkata, "Kulitnya putih, mukanya manis, dan perwakannya sedang."
Anas bin Malik berkata, "Kedua telapak tangannya lapang,"
Kemudian ia berkata, "kulit beliau putih kemerah-merahan, tidak terlalu putih seperti kapur dan tidak pula coklat, uban pada rambut kepala dan jenggotnya kurang dari dua pulh helai."
Kemudian ia berkata, "Cambangnya sedikit beruban." Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Saya melihat uban pada rambut di bawah bibirnya."
Al-Bara' berkata, "Beliau berdada lebar, rambutnya panjang hingga cuping telinga, aku melihatnya pakai baju merah, dan aku belum pernah melihat sesuatupun yang lebih bagus darinya."
Al-bara' berkata, "Beliauadalah orang yang paling elok wajahnya, dan paling indah fisiknya."
Kemudian ia ditanya, "Apakah wajah Nabi seputing pedang?" Ia menjawab, "Tidak, akan tetapi seperti bulan." Dalam sebuah riwayat disebutkan: wajahnya bundar.
Ar-Rabi' binti Mu'adz berkata, "Jika aku melihatnya, seakan-akan aku melihat matahari yang sedang terbit.
Jabir bin Samurah berkata, "Aku melihat rasulullah pada suatu mlam yang cerah, aku memandang beliau, kemudian memandang bulan, beliau memakai baju merah, ternyata beliau lebih indah dari pada bulan."
Ka'ab bin malik berkata, "Apabila beliau gembira, wajahnya bercahaya sehingga seperti potongan bulan."
Apabila beliau marah, mukanya memerah, seakan-akan dipipinya ada biji buah delima.
Jabir bin Samurah berkata, "Kedua betisnya indah serasi, dan beliau tidak pernah tertawa kecuali hanya tersenyum, apabila aku melihatnya aku akan berkata, "Matanya bercelak, padahal beliau tidak memakai celak."
Ibnu Abbas berkata, "Gigi depannya renggang, apabila berbicara seakan-akan ada sinar yang terpancar dari sela-sela giginya."
Anas berkata, "Aku belum pernah menyentuh kain sutra sehalus telapak tangan nabi dan aku sama sekali belum pernah mencium aroma atau wewangian." dalam riwayat lain menyebutkan: "Aku belum pernah mencium parfum Anbar, kasturi ataupun yang lainnya seharum aroma ataupun yang lainnya seharum aroma atau wangi Rasulullah."
Abu Juhaifah berkata, "Aku pernah menggapai tangannya kemudian kuletakkan pada wajahku, ternyata tangannya lebih sejuk daripada embun, dan aromanya lebih wangi dari pada aroma misik"
Jabir bin Samurah berkata, "Kala itu ia masih kecil, "rasulullah pernah mengusap wajahku, aku benar-benar merasakan tangannya sangat sejuk, dan aromanya wangi seakan-akan beliau telah mengeluarkannya dari bejana minyak wangi."
Jabir berkata, "Beliau tidak pernah berjalan pada sebuah jalan kemudian diikuti oleh seseorang, kecuali orang tersebut mengetahui bahwa beliau telah berjalan pada jalan tersebut karena aromanya yang wangi," atau ia mengatakan' "karena keringatnya yang wangi."
Diantara kedua bahunya ada tanda kenabian seperti telor burung merpati, menyerupai warna tubuhnya. Terletak pada tulang bahu kirinya,seperti genggaman tangan, di atasnya ada tahi lalat sebesar kutil.
Adapun hakikat keagungan dan kesempurnaan beliau merupakan perkara yang tidak dapat diketahui, dan tidak bisa diukur kedalamannya, siapakah yang dapat mengetahui hakikat orang yang paling agung didunia ini yang telah mencapai tingkat kesempurnaan yang paling tinggi, sehingga akhlaknya adalah Al-Qur'an.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar